Berbeda dari pertunjukan seni pada umumnya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penampilan mahasiswa di atas panggung. Seluruh mahasiswa juga diberikan tanggung jawab untuk mengelola jalannya acara dari balik layar. Mulai dari menyusun konsep pertunjukan, membentuk kelompok penampil, menyusun rangkaian acara, menjadi panitia pelaksana, mengatur teknis pelaksanaan, hingga menyelesaikan berbagai kendala yang muncul selama proses persiapan maupun saat acara berlangsung.
Melalui proses tersebut, mahasiswa dilatih untuk memiliki kemampuan manajerial, kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, serta keterampilan dalam mengoordinasikan sebuah pertunjukan. Dengan kata lain, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penampil, tetapi juga sebagai “sutradara” yang mampu memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan baik.
Dosen pengampu mata kuliah, Miss Firstly Mardhatillah, M.Pd., merancang pembelajaran ini sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis praktik. Mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa seni pertunjukan bukan sekadar menampilkan karya, melainkan juga melibatkan proses perencanaan, pengorganisasian, dan evaluasi sebuah kegiatan.
Pelaksanaan kegiatan ini juga memperoleh dukungan penuh dari Ketua Program Studi PGMI, Ibu Nasyariah Siregar, M.Pd. Menurut beliau, konsep pembelajaran tersebut sejalan dengan visi dan misi Program Studi PGMI dalam mencetak calon guru madrasah ibtidaiyah yang kreatif, inovatif, serta memiliki kemampuan mengelola berbagai kegiatan pendidikan di sekolah.
Pengalaman yang diperoleh melalui EduArt Festival diharapkan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa ketika terjun ke dunia pendidikan. Sebagai calon guru sekolah dasar atau madrasah ibtidaiyah, mereka nantinya tidak hanya bertugas mengajar di dalam kelas, tetapi juga dituntut mampu merancang, mengelola, dan mendampingi berbagai kegiatan seni maupun acara sekolah yang melibatkan peserta didik.
Melalui kegiatan Seni Pertunjukan dalam EduArt Festival PGMI, mahasiswa memperoleh pengalaman nyata yang mengintegrasikan kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan manajemen. Pembelajaran ini menjadi bukti bahwa pendidikan seni dapat menjadi media untuk membentuk calon pendidik yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di lingkungan sekolah.


