Penampilan kompangan menjadi salah satu suguhan yang menarik perhatian pengunjung. Irama tabuhan yang harmonis dipadukan dengan semangat para pemain berhasil menghadirkan suasana yang meriah sekaligus sarat akan nilai budaya. Melalui penampilan ini, mahasiswa PGMI ingin menunjukkan bahwa kesenian tradisional tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman dan perlu terus dijaga keberadaannya.
Divisi Kompangan Sanggar Gentara PGMI dipimpin oleh Sandi Ahmad sebagai Ketua Divisi dan Birrul Walidin sebagai Wakil Ketua Divisi. Bersama seluruh anggota, mereka mempersiapkan penampilan dengan penuh semangat sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus komitmen untuk memperkenalkan seni kompangan kepada masyarakat kampus.
Tidak hanya berperan sebagai Ketua Divisi Kompangan, Sandi Ahmad juga mengemban amanah sebagai Ketua Panitia EduArt Festival PGMI 2026. Peran ganda tersebut menunjukkan dedikasinya dalam menyukseskan kegiatan, baik sebagai koordinator penyelenggara maupun sebagai pelaku seni yang turut memeriahkan panggung EduArt Festival.
Melalui penampilan kompangan, mahasiswa PGMI ingin mengajak generasi muda untuk semakin mengenal dan mencintai budaya daerah. Sebagai calon pendidik, mereka memiliki tanggung jawab untuk turut menanamkan nilai-nilai pelestarian budaya kepada peserta didik sehingga warisan budaya Jambi dapat terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Partisipasi Divisi Kompangan Sanggar Gentara dalam EduArt Festival menjadi bukti bahwa mahasiswa PGMI tidak hanya berinovasi dalam bidang pendidikan, tetapi juga berkomitmen menjaga dan melestarikan budaya lokal. Diharapkan, penampilan ini mampu menginspirasi mahasiswa dan masyarakat untuk terus mendukung keberlangsungan seni tradisional sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
