JAMBI – 07 Juli 2025 – Dalam rangka mengimplementasikan program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berbasis Pengabdian Kepada Masyarakat, mahasiswa bersama dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi menyelenggarakan acara pembekalan bagi para shadow teacher (guru pendamping khusus). Mengusung tema “Shadow Teacher Super: Strategi Adaptif untuk Pembelajaran Inklusif”, kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 07 Juli 2025, di SDN 131/IV Kota Jambi.
Kegiatan ini diinisiasi untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi para shadow teacher dalam mendampingi siswa berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah reguler. Tujuannya adalah untuk membekali mereka dengan strategi-strategi adaptif yang efektif sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan mendukung perkembangan optimal setiap siswa.
Acara ini menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya. Pemateri pertama, Dr. Ridwan, S.Psi., M.Psi., Psikolog, seorang dosen Psikologi dari UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, memaparkan pentingnya pendekatan psikologis dalam mendampingi anak.
“Dr. Ridwan dalam sesinya menjelaskan pentingnya Memahami kondisi psikologis dan penyebab anak berkebutuhan khusus. Pada kesempatan tersebut beliau juga menjelaskan bangai mana cara menangani dan solusi dalam menangani anak berkebutuhan khusus”
Nazirwan, M.Pd., yang merupakan Guru PAI sekaligus Ketua Pelayanan Inklusi di sekolah tersebut, berbagi perspektif praktis dari lingkungan sekolah. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan penerapan strategi di dalam kelas.
“Di lapangan, kolaborasi antara guru kelas, shadow teacher, dan orang tua adalah fondasi utama keberhasilan pembelajaran inklusif. Strategi adaptif harus bisa diterapkan secara praktis di dalam kelas, bukan hanya sekadar teori. Tujuannya agar anak merasa nyaman, diterima, dan bisa belajar bersama teman-temannya,” jelas Nazirwan, M.Pd.
Ika Panggih Wahyuningtyas, M.Pd mewakili Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kukerta PGMI menyatakan dalam sambutannya kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. “Kami bangga mahasiswa kami memiliki kepekaan terhadap isu pendidikan inklusif. Program ini adalah jembatan antara teori yang dipelajari di kampus dengan praktik nyata di lapangan, memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya bagi para pahlawan tanpa tanda jasa seperti shadow teacher,” ungkapnya.
Acara ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya bagi para shadow teacher yang hadir, tetapi juga bagi kualitas pendidikan inklusif di Kota Jambi secara keseluruhan.
