Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur – Sebanyak puluhan mahasiswa UIN Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, termasuk perwakilan dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), turut serta dalam misi kemanusiaan Satgas Tanggap Bencana kampus. Selama 13 hari, tepatnya 5–17 Februari 2026, mereka hadir di Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, untuk membantu pemulihan pasca musibah yang melanda wilayah tersebut.
Kehadiran mahasiswa PGMI dalam satgas ini membawa nilai lebih: kepekaan pedagogis dan kemampuan mendidik anak-anak menjadi modal utama dalam menjalankan program trauma healing. Mahasiswa PGMI tidak hanya datang sebagai relawan biasa, tetapi sebagai calon pendidik yang memahami cara menyentuh hati anak-anak yang tengah berduka. Di antara para relawan, hadir mahasiswa PGMI yaitu Aulia Ditha Utami, Desi Lisna Sagita, dan Nayla Hermayni Dwi Putri Herfani yang terjun langsung ke lapangan.
Selama dua pekan di lokasi, tim relawan menjalankan beberapa agenda yang saling melengkapi, seperti, Trauma healing bagi anak-anak korban musibah di SD Negeri 33 Koto Alam dan PAUD Aku Pintar. Melalui permainan edukatif, mewarnai, dan aktivitas kelompok, para mahasiswa PGMI berhasil mengembalikan tawa dan rasa aman pada anak-anak. Dan Gotong royong membersihkan fasilitas umum bersama warga setempat. Relawan turun tangan membantu membersihkan lapangan voli yang menjadi ruang bermain anak-anak dan warga setempat, serta surau yang menjadi pusat ibadah dan silaturahmi warga. Aksi ini tidak hanya memulihkan fisik lingkungan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam bangkit bersama.
Keterlibatan mahasiswa PGMI dalam aksi nyata ini menunjukkan bahwa pendidikan calon guru tidak hanya berhenti pada penguasaan materi pelajaran, tetapi juga pada pembentukan karakter pengabdian dan kepekaan sosial. Sebagaimana tercermin dalam kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), kegiatan pengabdian masyarakat menjadi ruang nyata bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila, moderasi beragama, dan tanggung jawab sosial sebagai insan pendidik
Kiprah mahasiswa PGMI dalam Satgas Tanggap Bencana UIN STS JAMBI menjadi bukti nyata bahwa pendidikan guru adalah tentang hati yang peduli dan tangan yang siap beraksi. Di tengah musibah yang melanda Nagari Salareh Aia Timur, mereka hadir bukan hanya sebagai relawan, tetapi sebagai calon pendidik yang menanam harapan melalui senyum dan kebersamaan. Semoga semangat ini terus menyala, menjadi cahaya bagi masa depan pendidikan Indonesia yang penuh empati dan kepedulian.



Kehadiran mahasiswa PGMI dalam satgas ini membawa nilai lebih: kepekaan pedagogis dan kemampuan mendidik anak-anak menjadi modal utama dalam menjalankan program trauma healing. Mahasiswa PGMI tidak hanya datang sebagai relawan biasa, tetapi sebagai calon pendidik yang memahami cara menyentuh hati anak-anak yang tengah berduka. Di antara para relawan, hadir mahasiswa PGMI yaitu Aulia Ditha Utami, Desi Lisna Sagita, dan Nayla Hermayni Dwi Putri Herfani yang terjun langsung ke lapangan.
Selama dua pekan di lokasi, tim relawan menjalankan beberapa agenda yang saling melengkapi, seperti, Trauma healing bagi anak-anak korban musibah di SD Negeri 33 Koto Alam dan PAUD Aku Pintar. Melalui permainan edukatif, mewarnai, dan aktivitas kelompok, para mahasiswa PGMI berhasil mengembalikan tawa dan rasa aman pada anak-anak. Dan Gotong royong membersihkan fasilitas umum bersama warga setempat. Relawan turun tangan membantu membersihkan lapangan voli yang menjadi ruang bermain anak-anak dan warga setempat, serta surau yang menjadi pusat ibadah dan silaturahmi warga. Aksi ini tidak hanya memulihkan fisik lingkungan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam bangkit bersama.
Keterlibatan mahasiswa PGMI dalam aksi nyata ini menunjukkan bahwa pendidikan calon guru tidak hanya berhenti pada penguasaan materi pelajaran, tetapi juga pada pembentukan karakter pengabdian dan kepekaan sosial. Sebagaimana tercermin dalam kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), kegiatan pengabdian masyarakat menjadi ruang nyata bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila, moderasi beragama, dan tanggung jawab sosial sebagai insan pendidik
Kiprah mahasiswa PGMI dalam Satgas Tanggap Bencana UIN STS JAMBI menjadi bukti nyata bahwa pendidikan guru adalah tentang hati yang peduli dan tangan yang siap beraksi. Di tengah musibah yang melanda Nagari Salareh Aia Timur, mereka hadir bukan hanya sebagai relawan, tetapi sebagai calon pendidik yang menanam harapan melalui senyum dan kebersamaan. Semoga semangat ini terus menyala, menjadi cahaya bagi masa depan pendidikan Indonesia yang penuh empati dan kepedulian.


