Terdapat berbagai peran dalam dunia pewara, mulai dari MC (Master of Ceremony) yang bertugas memimpin acara off-air seperti pernikahan dan seminar , Host yang berfokus pada interaksi dengan tamu , Presenter yang menyampaikan informasi dengan jelas dan profesional , hingga News Anchor yang spesialis berita dengan gaya formal, terstruktur, dan terverifikasi.
Nurlela menekankan bahwa penguasaan gaya bicara bergantung pada jenis acara yang dibawakan. Acara Formal, seperti upacara pengibaran bendera atau seminar akademik , membutuhkan bahasa resmi, baku, dan terstruktur, di mana setiap kata dirancang dengan presisi tinggi. Sementara itu, untuk acara Semi Formal, yang mirip dengan memimpin acara festival atau seminar yang dihormati , MC dituntut untuk menciptakan suasana yang harus “Elegan, Seru, dan Berkesan”.
“Kalau kita bawain acara semi formal, kita harus mulai dengan salam yang energik, sapa dengan gaya interaktif, dan bangun koneksi dengan audiens,” tutur Nurlela. “Kerennya lagi, acara ini cocok banget diakhiri dengan pantun, harapan dan semangat!”.
Dalam sesi tersebut, peserta juga diberikan panduan praktis tentang etika panggung dan teknis vokal. Salah satu poin penting adalah secara teknis, posisi mic yang ideal adalah 45 derajat dengan jarak tiga ruas jari dari mulut. Untuk memastikan materi langsung dipahami, sesi ditutup dengan praktik langsung MC Formal dan Semi Formal yang diikuti oleh beberapa peserta sharing session. Hal ini bertujuan agar peserta dapat mempraktikkan keterampilan kunci seperti menguasai teknik vokal, menjaga komposisi, dan berinteraksi bebas dengan audiens sesuai tuntutan acara.


